Kemudahan dalam mengurus izin balap internasional menjadi katalisator penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di wilayah perbatasan. Sebelumnya, sinkronisasi antara regulasi kepabeanan untuk keluar-masuk kendaraan balap, izin keramaian dari kepolisian, hingga standarisasi keamanan dari federasi otomotif internasional sering kali memakan waktu berbulan-bulan. Dalam forum terbaru yang diselenggarakan oleh IMI, disepakati adanya sistem satu pintu yang memangkas waktu tunggu secara signifikan. Hal ini memungkinkan para penyelenggara acara untuk fokus pada aspek teknis dan promosi tanpa terbebani oleh ketidakpastian administratif yang melelahkan.
Kondisi di Kalbar yang memiliki beberapa sirkuit representatif dan jalur lintas alam yang menantang sangat diminati oleh pembalap dari Asia Tenggara. Dengan birokrasi yang kini lebih ramping, Kalimantan Barat siap memosisikan diri sebagai pusat otomotif di regional Borneo. IMI berperan aktif sebagai fasilitator yang menjembatani kepentingan komunitas otomotif dengan instansi pemerintah, mulai dari Bea Cukai, Imigrasi, hingga pemerintah provinsi. Terobosan ini bukan hanya tentang mempermudah selembar kertas izin, melainkan tentang membangun kepercayaan dunia internasional bahwa Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, adalah tuan rumah yang profesional dan siap menyambut ajang balap bergengsi.
Keberhasilan ini merupakan hasil forum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam diskusi yang terbuka dan solutif. Para pengurus IMI memaparkan data potensi ekonomi yang hilang akibat birokrasi yang lamban, di mana setiap event internasional sebenarnya mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi lokal secara masif. Dengan pemahaman yang sama, terciptalah kesepakatan untuk memberikan karpet merah bagi event-event yang memenuhi standar keamanan internasional. Forum ini juga menekankan pentingnya pendampingan bagi klub-klub motor lokal agar mereka mampu menyelenggarakan acara dengan standar manajemen yang diakui secara global.
Peran aktif dari IMI Kalimantan Barat dalam melakukan lobi dan advokasi kebijakan menunjukkan kepemimpinan organisasi yang progresif. Mereka tidak hanya menunggu bola, tetapi aktif memberikan masukan teknis mengenai regulasi balap motor dan mobil kepada pihak berwenang. Kemudahan izin ini juga mencakup fasilitasi bagi pembalap asing yang ingin berkompetisi di Indonesia, memastikan bahwa dokumen mereka diproses dengan cepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sinergi ini menciptakan iklim kompetisi yang sehat, di mana pembalap lokal Kalbar mendapatkan kesempatan untuk beradu kemampuan dengan atlet luar negeri di tanah kelahiran sendiri, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas prestasi atlet nasional.