Ikatan Motor Indonesia Kalimantan Barat (IMI Kalbar) melayangkan kritik keras dan terbuka kepada otoritas daerah. Keputusan ini diambil menyusul ancaman serius bahwa salah satu seri Kejuaraan Nasional otomotif yang bergengsi di Kalimantan terancam batal diselenggarakan di wilayah tersebut. Akar masalahnya sangat fundamental, yaitu minimnya dukungan pemerintah, baik dari segi fasilitas maupun alokasi anggaran yang memadai untuk event sebesar ini.
Kekhawatiran bahwa Kejuaraan Nasional akan terancam batal ini memicu reaksi yang mendalam dari komunitas otomotif. IMI Kalbar menyoroti bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah acara skala nasional, namun infrastruktur sirkuit yang ada tidak memenuhi standar minimum yang ditetapkan oleh regulasi. Minimnya dukungan pemerintah daerah dalam mengalokasikan dana untuk perbaikan dan peningkatan fasilitas menjadi hambatan utama yang sulit diatasi.
Menurut pernyataan resmi IMI Kalbar, mereka telah berjuang keras melakukan lobby dan mencari sponsor swasta, namun tanpa dukungan finansial dan logistik dari pemerintah, pekerjaan ini hampir mustahil. Penyelenggaraan Kejuaraan Nasional tidak hanya membutuhkan lintasan yang layak, tetapi juga fasilitas pendukung seperti area paddock, tribun penonton yang aman, dan akses jalan yang memadai. Semua ini memerlukan komitmen anggaran jangka panjang dari pemerintah.
IMI Kalbar menegaskan bahwa jika Kejuaraan Nasional ini benar-benar terancam batal, kerugian tidak hanya dialami oleh komunitas otomotif, tetapi juga oleh perekonomian daerah. Acara skala nasional mampu menarik ribuan peserta, tim, dan penonton dari luar daerah, memberikan dampak positif signifikan bagi sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner lokal. Minimnya dukungan pemerintah berarti kehilangan peluang ekonomi yang sangat berharga bagi Kalbar.
Kritik keras IMI Kalbar ini bertujuan untuk menggugah kesadaran pemerintah daerah bahwa olahraga otomotif bukan sekadar hobi, melainkan alat promosi daerah dan pembinaan bakat pembalap muda. Jika dibandingkan dengan provinsi lain yang berlomba-lomba menarik Kejuaraan Nasional, Kalimantan Barat tertinggal jauh karena kurangnya inisiatif dan kemauan politik untuk berinvestasi di sektor ini. Hal ini menjadi catatan serius bagi kepemimpinan daerah.
Saat ini, batas waktu untuk memastikan kesiapan lokasi Kejuaraan Nasional semakin mepet, membuat skenario terancam batal menjadi semakin realistis. IMI Kalbar berharap kritiknya ini dapat memicu respons cepat dari pemerintah, setidaknya untuk memberikan jaminan dana darurat agar perbaikan sirkuit yang mendesak dapat segera dilaksanakan. Kegagalan ini akan menjadi preseden buruk bagi masa depan olahraga otomotif di seluruh Kalimantan.
Ketidakpastian ini menciptakan kekecewaan besar di kalangan pembalap muda Kalbar yang sudah mempersiapkan diri untuk bersaing di tingkat nasional di kandang sendiri. Minimnya dukungan pemerintah ini dinilai sebagai penghalang utama bagi kemajuan olahraga daerah. IMI Kalbar bertekad terus memperjuangkan agar Kejuaraan Nasional ini tetap terlaksana, sekaligus mendesak pemerintah untuk membuat kebijakan investasi jangka panjang yang lebih baik untuk fasilitas olahraga.