Riset IMI Kalbar Gunakan Minyak Nabati Lokal Untuk Pelumas Performa Tinggi

Kegiatan riset yang dilakukan ini melibatkan kolaborasi antara akademisi teknik mesin dan komunitas otomotif di bawah naungan Imi Kalbar. Mereka berupaya mengolah ekstrak minyak nabati lokal, seperti minyak kelapa sawit dan minyak tengkawang, menjadi pelumas dasar yang memiliki struktur molekul stabil. Tantangan utama dalam penggunaan bahan nabati adalah stabilitas oksidasi dan ketahanan terhadap suhu tinggi yang biasanya lebih rendah dibandingkan minyak mineral atau sintetis. Namun, dengan penambahan aditif tertentu yang dikembangkan secara mandiri, formula baru ini mampu menunjukkan karakteristik fisik yang sangat menjanjikan, bahkan dalam pengujian mesin dengan putaran tinggi yang berkelanjutan.

Pengembangan pelumas ini ditujukan untuk menciptakan produk dengan performa tinggi yang mampu bersaing di pasar kompetitif. Pelumas berbasis nabati memiliki keunggulan alami berupa indeks viskositas yang lebih baik, yang berarti kekentalannya lebih stabil meski terjadi perubahan suhu yang drastis. Selain itu, sifatnya yang biodegradable atau mudah terurai membuat produk ini sangat aman bagi ekosistem hutan dan perairan di Kalimantan Barat jika terjadi kebocoran atau tumpahan. Bagi para pelaku otomotif, menggunakan produk yang berasal dari tanah sendiri memberikan kebanggaan tersendiri sekaligus membantu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian lokal yang sering kali mengalami fluktuasi harga di pasar internasional.

Implementasi hasil penelitian ini mulai diuji coba pada berbagai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan harian hingga kendaraan yang digunakan untuk kompetisi balap lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa mesin yang menggunakan pelumas berbasis nabati cenderung memiliki suhu operasional yang lebih rendah dan tingkat keausan komponen yang minimal. Hal ini membuktikan bahwa inovasi tidak harus selalu datang dari luar negeri dengan biaya mahal, tetapi bisa muncul dari optimalisasi sumber daya yang ada di sekitar kita. Dukungan terhadap industri hilirisasi produk perkebunan di wilayah Kalbar ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi dan bahan industri nasional melalui pemanfaatan kekayaan hayati yang ada di nusantara.

Secara berkelanjutan, penelitian ini akan terus ditingkatkan untuk mencapai standar internasional agar dapat diproduksi secara masal. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat memicu munculnya industri pelumas hijau di Kalimantan Barat, yang tidak hanya menyerap tenaga kerja lokal tetapi juga menjadi pionir dalam penerapan teknologi otomotif ramah lingkungan. Dengan riset yang tekun dan dukungan dari berbagai pihak, minyak nabati yang melimpah di tanah borneo kini bukan lagi sekadar komoditas dapur, melainkan telah bertransformasi menjadi komponen vital yang mendukung performa mesin-mesin modern menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.