Berkendara di wilayah Kalimantan Barat memberikan tantangan tersendiri, terutama dengan intensitas hujan yang tinggi yang sering kali membuat permukaan aspal menjadi sangat berbahaya. Bagi para pecinta kecepatan dan cornering, kondisi jalan yang basah bukan berarti hobi harus berhenti, melainkan teknik yang harus diadaptasi. Ikatan Motor Indonesia (IMI) wilayah Kalimantan Barat membagikan panduan mengenai teknik cornering aman di jalan licin ala IMI Kalbar guna menekan angka kecelakaan tunggal di tikungan saat musim penghujan. Keselamatan adalah prioritas utama, dan penguasaan kontrol kendaraan di atas permukaan dengan traksi rendah adalah keahlian yang wajib dimiliki oleh setiap rider profesional maupun harian.
Poin pertama dalam teknik ini adalah mengenai posisi tubuh atau body positioning. Saat kondisi jalan kering, pengendara mungkin terbiasa melakukan gaya lean with atau bahkan knee down dengan kemiringan motor yang ekstrem. Namun, di jalan yang licin, IMI Kalbar menyarankan teknik lean-out atau menjaga motor tetap setegak mungkin. Dengan menjaga motor tidak terlalu miring, bidang kontak ban dengan aspal (patch contact) tetap maksimal, sehingga risiko kehilangan cengkeraman (lowside) dapat diminimalisir. Pengendara cukup menggeser berat badan ke arah dalam tikungan tanpa harus memiringkan motor secara berlebihan. Posisi ini memberikan stabilitas lebih jika tiba-tiba ban mengalami slip kecil akibat genangan air atau tumpahan oli.
Selanjutnya adalah masalah manajemen gas dan pengereman (throttle and braking control). Di jalanan Kalbar yang licin, setiap gerakan harus dilakukan secara halus atau smooth. Jangan pernah melakukan pengereman mendadak atau membuka gas secara eksplosif saat motor sedang berada di posisi menikung. Pengereman sebaiknya sudah diselesaikan sebelum motor memasuki titik entry tikungan. Jika memang harus mengerem di tengah tikungan, gunakan rem belakang dengan tekanan yang sangat tipis untuk membantu menstabilkan posisi motor. Membuka gas secara perlahan setelah melewati apex akan membantu menjaga distribusi bobot kendaraan tetap seimbang, mencegah ban belakang kehilangan traksi akibat torsi yang terlalu besar secara mendadak.
Penglihatan atau vision juga memegang peranan krusial dalam teknik cornering aman. Pengendara harus melihat jauh ke arah pintu keluar tikungan, bukan menatap tepat ke depan roda depan. Dengan melihat jauh ke depan, otak secara otomatis akan memproses jalur yang paling aman dan memberikan waktu reaksi yang lebih lama jika ditemukan adanya hambatan seperti lubang tergenang air atau tumpukan pasir di pinggir jalan. Di wilayah Kalimantan Barat, kewaspadaan terhadap kondisi aspal sangat penting karena perbedaan suhu dan kelembapan sering kali menciptakan lapisan film yang sangat licin di atas permukaan jalan yang terlihat bersih.